Tradisi yang tidak berjalan Mulus. . .

Posted on Updated on

Banyuwangi memiliki dua kesenian seblang yang berbeda, seblang olehsari dan seblang bakungan.

 

SEBLANG BAKUNGAN

Seblang Bakungan merupakan upacara penyucian desa. Upacara ini dilakukan satu malam setelah hari raya idul adha. Tujuan dari upacara ini adalah menolak balak, yakni dengan , mengadakan pertunjukan seblang di malam hari setelah maghrib. Acara dibuka dengan parade oncor keliling desa yang diikuti oleh penduduk desa. Seblang ditarikan oleh seorang wanita tua di depan sanggar. Setelah diberi mantra- mantra ia menari dalam keadaan kesurupan. Lagu –lagunya ada 12. Lagu –lagu tersebut menceritakan tentang perlawan terhadap penjajah belanda. Dikatakan Seblang Bakungan karena Seblang ini dilaksanakan di sebuah desa yang bernama bakungan.

 

SEBLANG OLEHSARI

Serupa tapi tak sama ya itulah yang pantas dikatakan untuk kedua seblang ini, karena fungsinya adalah sama-sama merupakan upacara bersih desa dan untuk menolak balak namun ada sedikit perbedaan, yaitu Seblang olehsari ditarikan oleh perawan sunthi selama 7 hari berturut-turut. Penari menari dalam keadaan tidak sadar(kesurupan). Ia menari mengikuti gending atau lagu- lagu sebanyak 28 dan dinyanyikan oleh beberapa sinden.Pentas ini dilaksanakan di desa olehsari, kecamatan Glagah, Banyuwangi. Seblang digelar setelah hari raya idul fitri (Sumber: Brighten Your Day, visit banyuwangi the real tropical country)

 

SEBLANG OLEHSARI 2008

Pentas tari Seblang(3 oktober 2008) kemarin sempat mandek selama tiga hari. Setelah dilakukan pergantian penari dan pemindahan lokasi pementasan, ritual itu dapat berlangsung kembali.

Mandeknya pentas Seblang itu sempat membuat panitia, tetua adat dan lurah setempat kalang kabut. Sebab sebelumnya, kejadian seperti itu belum pernah terjadi tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa warga tampak meneteskan air mata ketika penari seblang Tika anjarsari belum juga kerasukan. Para pawang Seblang tampak menundukkan kepala sambil duduk bersila……(lla/bay radar banyuwangi(jawapos group) edisi 8 oktober 2008)

Penari Seblang dari masa ke masa

Tahun

Nama Penari

Tahun

Nama penari

 

 

 

 

1930-1933

Milah

1975-1977

Adiyul

1934-1936

Yuk

1977-1980

Tuhaiyah

 1936-1939

Tina

1981-1983

Tatik

1940-1942

Inah

1984-1986

Aryah

1943-1956

Tidak ada(perang kemerdekaan)

1987-1989

Satwatik

 

 

 

 

1957-1959

 

1960-1963

Sapinah

Yuni

1989-1992

1993-1995

Lasyanah

Astutik

1963-1965

Tuyah

1996-1998

Rina

1966-1968

Asma

1999-2004

Irawati

1969-1971

Suniyah

2004- 2007

Wahyuni

1972-1974

Suratik

2008

Tika anjarsari

(diganti saudah)

 

Sumber:Radar banyuwangi(jawa pos group) edisi Rabu, 8 oktober 2008

One thought on “Tradisi yang tidak berjalan Mulus. . .

    syafaat responded:
    2 November 2008 pukul 9:09 am

    kok bisa gitu ya boz?

    Suka

Silahkan beri tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s