Dunia (OS) itu Tak Sempit

Posted on Updated on

Awalnya tak mengenal Operating system Linux. Apa sih Linux? Yang aku
tahu itu setiap komputer, laptop itu terinstall OS berlogo Jendela. Lihat
aja,di keyboard saja secara default untuk membuka START diwakili OS berlogo
Jendela.
 
Setelah aku masuk Ps. Sistem Informasi, yang bikin aku melek IT,
akhirnya aku kenal LINUX. Walau pertamanya dengan arogan, tidak mau
mencoba Linux, dan tetap bertahan menggunakan OS Windows. Padahal versi
yang aku pakai waktu itu OS Windows yang terkenal produk gagal, apa itu??
 
Yups VISTA! Ampuuun lemooot sumpah. Hal yang memberatkan aku tidak
pindah ke LINUX waktu itu adalah Windows yang ku pakai adalah Windows
Asli, selain itu aku masih belum paham dengan pembagian partisi(waktu itu
partisiku dibagi menjadi 4 dan itu pasti tidak bisa menginstall OS LINUX). Ku
coba untuk bertahan dengan kelemotannya. Dengan arogan aku pernah
mengejek, Hah?LINUX?? OS apa itu?? Pasti OS dengan banyak yang gak
support. Masak dengan menginstall saja harus koneksi dengan internet OS apa
itu??
Lama berselang, ku temukan yang lain dari linux. Aku mulai tergoda
ketika ada senior memainkan linux nya, dengan Compiz manager yaitu aplikasi
di Linux yang membuat animasi di desktop lebih keren. Aku dengan herannya
berkata”WOW?AMAZING!”,tidak hanya itu saja ketika booting shutdown, atau
booting pertama betapa cepatnya OS LINUX.
 
“3…2…1… Mati”, itulah yang kudengar ketika OS linux di shutdown.
Kucoba menshutdown WIN ku tapi….. benar 3…2…1…(tapi dalam hitungan
menit), apalagi WINDOWS VISTA lebih dari itu. Setelah lama kupikir-pikir .OK
deh dengan berat hati ku install OS yang secara default ada di LAPTOP ku.
Akhirnya ku serahkan pada mas HENDRO yang mengerti tentang install,
mengistall LINUX. Karena Hardiskku terpartisi menjadi 4 itu berarti tidak bisa
di Install Linux. Karena tidak bisa di install, maka di Install Ulanglah laptopku.
Apa yang terjadi??? Ternyata, Laptopku tidak bisa diinstall oleh OS apa-
apa ;( . kata mas hendro Win vistanya yang memprotect.
Setelah beberapa hari dicoba, akhirnya terinstall LINUX, dan itu murni LINUX tanpa
dualboot(menggunakan untuk 2 OS atau lebih). Distro yang pertama kali
kukenal adalah LINUX MINT. Karena aku butuh Laptop aku pun dengan
terpaksa, harus berkutat dengan linux. Setelah beberapa lama ku pakai ku
malah jatuh cinta , aku jadi tidak takut memasukkan flashdik yang penuh
virus lagi. Aku jadi tidak ribet lagi dengan menggunakan antivirus. Dulu waktu
menggunakan Windows masih ribet update, ribet pake aplikasi.
Lama – Lama aku Jatuh cinta dengan linux, aku coba UBUNTU, tapi
dengan tamppilan MAC OS. Wow kereen mirip seperti aslinya. Banyak aplikasi
yang tidak support di linux. Memang banyak yang tidak support, tapi banyak
juga aplikasi alternatif pengganti yang biasa jalan di WINDOWS, seperti
Photosop bisa menggunakan GIMP aplikasi ini identik, toolnya sama. Untuk
Vector di windows ada corelDRAW di linux ada INKSCAPE. Dan masih banyak
yang lain.
Untuk Internet, hmm aku gak mau berlebihan, yang jelas lebih secure.
Kata temen- temen juga lebih stabil. Jangan takut pakai linux. Dunia itu gak
Sempit, OS itu gak Cuma ada satu, gak Cuma yang ada di keyboard kalian.
“Mencoba sesuatu yang lain, kita
akan bisa membandingkan mana yang
baik dan mana yang lebih baik ”
 
Dapat dilihat di http://himasif.co.nr

Silahkan beri tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s