Ayah. . . Berjuanglah!

Posted on

ini postingan yang aku tulis sebelum ayah meninggal

Ayah..Engkau yang mengajariku mengenal dunia

Ayah..Engkau yang mengenalkanku bentuk-bentuk huruf hijaiyah

Ayah..Engkau adalah alasanku untuk dewasa

Ayah..Engkau yang membuatku menjadi kuat saat aku lemah

Ayah..Petuahmu selalu terngiang-ngiang menjadi acuanku berjalan maju

Ayah..Engkau yang selalu menasihatkan aku tentang indahnya akhirat daripada dunia

Berawal dari operasi tahun 2004, sehari sebelum kakakku meninggal. Engkau dioperasi besar, operasi kelenjar timus. Dadamu dibelah, demi mengambil kelenjar tersebut. Sebetulnya semua orang memiliki kelenjar timus, kelenjar ini memiliki dua potensi. Potensi membesar atau mengecil dan kelenjar ini berhenti bekembang ketika masa pertumbuhan.Kelenjar timus Ayahku memiliki potensi pertama yaitu membesar. Dan setelah dioperasi besar kelenjar timus itu sebesar biji mangga tua, berdiameter(kalau tidak salah) 12 cm, letaknya ada diantara paru-paru dan jantung sehingga harus diangkat jika tidak kelenjar ini akan membesar dan akan mendesak jantung, tentu ini berbahaya opsi operasi pun diambil. Menurut cerita operasi berlangsung lancar.

Sekarang udah 6 tahun lebih semenjak operasi tersebut, beliau kini hidup diruangan yang ber-ac, penuh dengan tumpukan bantal, dan selang oksigen yang terpasang. Sesekali engkau meringis kesakitaan, sesekali pula engkau terbangun karena batuk. Ayah cepatlah sembuh, senyumku seakan hilang setelah melihat rintihanmu menahan sakit.

Dulu engkau berbadan gemuk,gagah, kini engkau berbadan kurus, seolah –olah tinggal tulang dan kulit. Pendengaranmu kini telah berkurang, untuk berbicara saja rasanya sulit, tapi engkau berusaha berbicara kepada siapa saja untuk berbuat kebaikan. Alhamdulillah ingatan dan penglihatanmu masih tajam. Sayang, engkau sekarang tak mampu melihat indahnya dunia, karena selang oksigen yang terpasang, karena tubuhmu yang melemah.

Meskipun dalam keadaan begini engkau masih memikirkan tentang tanggung jawabmu, yah meskipun ujung-ujungnya aku yang mengerjakan tanggung jawabnya, dengan tidak melupakan tanggung jawab, dan ada niat untuk mengerjakan adalah salah satu pembelajaran buat aku tentang profesionalitas bahwa dalam keadaan apapun jangan pernah meninggalkan tanggung jawab.

Engkau marah, bukan berarti engkau benci. Justru dengan kemarahanmu engkau memberitahu bahwa sesungguhnya betapa cintanya engkau pada anakmu. Caranya saja yang berbeda dengan ibu.

Engkau diam bukan berarti engkau lupa pada anakmu, tapi engkau mencari cara untuk bagaimana memberi tahu tentang kehidupan.

Aku berusaha menampakkan kesedihan ini di depanmu, aku tak ingin engkau tambah sedih.

Tapi percayalah ayah, tuhan menguji kita, tuhan ingat padamu. Sehingga engkau diberi sakit. Karena sesungguhnya sakit itu penggugur dosa J itu yang jadi kekuatanmu selama ini. J

Aku hanya bisa membalas kebaikanmu dengan merawatmu.  Aku relakan liburan tanpa liburan, karena percuma saja aku liburan tapi pikiranku dirumah.

Tuhan, dengar dan kabulkan doaku, “Sembuhkanlah ayahku, Jagalah ia ya ALLAH, aku masih ingin mendengar Nasihat, Amarah sayangnya. Arahan-arahannya tentang bagaimana hidup dijalanMU. Terima kasih Ya ALLAH telah memberi ayah sakit, engkau telah mengingat ayahku. Telah menggugurkan dosa-dosa ayahku”

 

 

One thought on “Ayah. . . Berjuanglah!

    Usia Baru, Harapan Baru. SUKSES. Aamiin. | Rahmadinata said:
    11 Februari 2015 pukul 6:54 am

    […] menurun dari tahun ketahun, bertahan hingga 8 tahun. Cerita tentang ayah saya bisa di baca di( Ayah….berjuanglah […]

    Suka

Silahkan beri tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s