Usia Baru, Harapan Baru. SUKSES. Aamiin.

Posted on

Usia yang hampir seperempat abad ini, hamba bersyukur telah diberi kenikmatan hidup didunia…

sebelas bulan februari, tanggal dan bulan yang sama dengan kelahiranku.

Bukan senang, bukan gembira. Betapa tidak, lihatlah rambut didepan sudah mulai rontok, perut sudah mulai buncit, pipi mulai tirus. Tambah Tua! Ya, Secara fisik bertambah tua, mudah mudahan bertambah tua juga raganya.

  • Sudah harus mulai memikirkan masa depan.
  • Sudah harus memikirkan menikah
  • Sudah harus memikirkan kehidupan setelah menikah
  • Kurangi waktu bermain
  • Perbanyak waktu cari Uang
  • Mendekatkan diri lagi pada Tuhan
  • Memperbanyak teman yang bisa diajak berkembang
  • Harus Mandiri lagi
  • Pikiran harus jauh kedepan
  • Makin semangat untuk masa depan
  • Kamu yang sekarang, adalah produk kamu di masa lalu
  • Memuliakan ibu
  • Pikirkan Investasi
  • Kesehatan di jaga
  • Kesehatan anaknya orang dijaga ( jika menikah)
  • Kesejahteraan anaknya orang dijaga (jika menikah)
  • Lebih Tanggung Jawab lagi

Ya itu mungkin Sebagian kecil daftar yang harus dipenuhi mulai dari sekarang. Bukan waktunya lagi untuk bermain main dalam hidup. Sudah mulai untuk Kerjakeras. Ingatlah, rahmadinata syafa’at. IBUMU. Minta doa kepadanya, muliakan dia. Beliau sudah tak muda lagi, hampir setengah abad usianya. Penyakit linu, pelupa, uban sudah mulai muncul. bukan kah itu sudah merupakan pertanda bahwa ibumu sudah tak muda lagi? Kamu Pasti bisa SUKSES. iya, kamu SUKSES. Hanya saja, carilah terus jalanmu yang belum ketemu. kalau sudah ketemu, SERIUS. Lakukan dengan penuh tanggung jawab.
Dalam doa ibu, Namamu yang selalu di sebut karena hanya anak ibu harapan satu satunya yang dimiliki didunia.

“Rahmadinata Syafaat, yang sekarang tumbuh dewasa lah yang dimiliki ibu sekarang, nak. Ibuk pengen buktikan kalau Kamu bisa SUKSES walau tak ada AYAH”. kata Ibu.

Doa ibu itu seolah menjadi pelecut semangat ketika aku tak memiliki semangat, ketika malas. iya, Ayah yang 4 tahun lalu meninggalkan Ibu dan aku. Karena sakit, yang dideritanya bertahun tahun. Sakitnya diawali oleh operasi kelenjar timus. Setelah kelenjar timus itu diambil, kesehatannya menurun dari tahun ketahun, bertahan hingga 8 tahun. Cerita tentang ayah saya bisa di baca di( Ayah….berjuanglah )

Ayaah, apa kabar di surgaNYA? Sudah bertemukah dengan KAKAK? atau sudah bercanda gurau dengan kakak? MUHAMMAD YUSUF HIDAYATULLAH namanya. Kakak saya yang meninggal tepat hari jumat di dalam mobil didepan masjid AL Hadi banyuwangi.  Cerita tentang ayah dan kakak saya dapat dibaca disini

Rindu, akan masa kecilku. Rindu melihat canda tawa kakak, ayah, dalam satu bingkai keluarga. Ayah, tolong sampaikan pada tuhan, kalau anakmu kini berjuang untuk sukses bersama IBU. Kakak juga, Tolong sampaikan yah. Meskipun kini engkau tak melihat aku, tapi aku merasakan senyum bahagiamu ketika aku di wisuda. Bayang kakak dan Ayah Hadir dalam wisudaku. Itu pencapaian ku dan ibu untuk lebih sukses lagi ya kak. sekarang aku sedang berjuang untuk lebih sukses lagi kak, yah.

Aku kehilangan sosok ayah, ayah yang selalu memberikan pandangan hidup. Ayah yang mengenalkan aku pada ajaranNYA. Tempatku bertanya. Sosok yang tegas, dan pemberi nasihat yang baik – kebetulan ia seorang guru -. Benar benar ayah adalah seorang pembimbing kehidupan yang baik. Ayah, sekarang aku sudah Sarjana. Sekarang aku kuliah S2 di Universitas Kehidupan. Dosenku Banyak ayah, tukang becak, tukang soimay, penjual rujak, penjual panci kredit dan banyak lagi yang lain. Tapi sosok ayah selalu melekat di hati. Karena Ayah yang mengenalkanku pada ALLAH untuk yang pertama kali. Suara Adzanmu mengenalkan aku saat aku Bayi.

Hidup harus terus berjalan. Aku yang sekarang bergerak untuk masa depan. Mencari cinta sejati, Menemukan apa sejatinya hidup di dunia. Terus bergerak. Tetap berubah.

Saya

Rahmadinata Syafaat dengan usia yang baru.

Harapan Baru. Dan berusaha untuk tetap berkarya.

Silahkan beri tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s