Festival Jeding Rijig Banyuwangi, membuat anak muda GAUL

Posted on

Bersih, harum dan sehat merupakan tiga indikator untuk mencapai kenyamanan dalam hal apapun. Tidak hanya bangunan coba terapkan pada penilaian orang seperti halnya mencari pacar. Apakah kita akan memilih pacar yang kotor, bau dan tidak sehat? Apakah ada kenyamanan disana? Semua orang sepakat, memiliki pasangan yang bersih, harum dan sehat untuk kenyamanan sebelum timbul rasa cinta yang mendalam.

Senada dengan penilaian manusia, secara fisik toilet kita harus bersih. Ya , jeding kudu rijig. Ada yang mengatakan, kalau mau tau orang itu jorok apa tidak? lihatlah di belakang ( toilet dan dapur). Kenapa itu menjadi indikator penilaian? Karena fisik tamu bersinggungan langsung dengan toilet, entah itu duduk maupun jongkok. Kalau kotor, apakah kita nyaman untuk buang hajat? Pasti jawabanyanya tidak. Kita akan buru-buru mengakhiri buang hajat, kalau toilet kita kotor, bau dan tidak sehat.

Selama ini jeding selalu disepelekan untuk dijaga kebersihannya. Padahal jeding rijig ini salah satu kriteria penilaian para tamu. Perlu diperhatikan juga, selain kebersihan, menyediakan sabun ditoilet umum penting juga loh! Hand wash, atau hand soap menjadi barang langka saat kita berpergian. Tidak mungkin, kita bongkar barang-barang yang sudah kita packing hanya untuk sekadar buang air kecil di sebuah rest area. Belum ditambah kalau toiletnya kotor, banyak coretan (vandalism), banyak kecoak dan kotoran lain. Saya yakin dengan pasti, kita tidak akan buang hajat disana, akan ditahan walaupun sudah tak tahan. Lebih baik menahan HIV (hasrat ingin vivis) daripada buang hajat di tempat yang tidak bersih. Permasalahan sebenarnya adalah perilaku untuk hidup bersih dan sehat. Kalau budaya PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) ini terus tumbuh di masyarakat, budaya ini akan menjadi snowball (perilaku kecil yang berdampak besar). Dampaknya yang dirasakan bukan sekarang, tapi kedepan.

Jika kita tak ingin wisatawan atau traveler buang hajat sembarangan. Sediakan tempatnya. Jangan hanya melarang, tapi berikanlah solusi. Kenapa orang membuang sampah sembarangan? karena jarang ditemukan tempat untuk membuang sampah. Sama halnya dengan toilet, traveler, atau orang yang pertama kali mendatangi suatu tempat yang dicari pertama adalah bukan tempat wisata, tapi tempat umum yang menyediakan toilet. SPBU, misalnya. Ya, SPBU selalu menjadi sasaran utama para traveller yang berkendara. Tapi jika tak menemukan SPBU dan tidak bisa menahan HIV ( Hasrat Ingin Vivis) yang dicari adalah sebuah pohon Besar yang multifungsi. Selain untuk berteduh, juga toilet terbuka dan GRATIS. Tak ayal pohon besar adalah rest area kedua yang paling dicari setelah SPBU. Fasilitas penunjang ini sangat penting. Tidak hanya banyak, tapi harus terawatt kebersihannya.

Untuk membuat wisatawan ingin datang lagi dan lagi ke Banyuwangi, ayo podho-podho ngrijigi jeding. “Toilet ukuran utama penilaian wisatawan”, kata pak bupati dalam launching Gerakan Jeding rijig, dan Banyuwangi Festival 2015. Jadikan perilaku jading rijig ini sebagai rutinitas anak muda yang keren. Anak gaul jedinge rijig, bro, sis.

Semakin bersih toiletnya, semakin gaul! Jangan ngaku keren deh, kalau ga bersih toiletnya. * sambil bersih- bersih kamar mandi biar jadi anak gaul*

Silahkan beri tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s