Banyuwangi

Info Unej: Lowongan Kerja Banyuwangi

Posted on

Info Unej: Lowongan Kerja Banyuwangi – Bertemu lagi dengan saya Rahmadinata Syafa’at, saya akan membagikan info info menarik berkaitan dengan bisnis, marketing dan lain lain. seperti halnya info ini. Semoga bermanfaat bagi yang sedang mencari kerja bisa dijadikan refrensi. Kirim saja lamarannya.

Ini adalah informasi lowongan kerja yang datang dari Escom Indonesia. Sedang mencari tenaga yang handal, kreatif, dan keren. kualifikasi dan syaratnya tidak muluk muluk. Persyaratan IPK tak menjadi soal, bahkan orang yang belum lulus, atau tidak lulus pun bisa bekerja disini. Keren kan?

Escom Indonesia adalah perusahaan IT yang sedang berkembang di Banyuwangi. Proyek yang dikerjakan adalah Website, Internet Marketing dan Design. Sesuai dengan Divisi yang ada di Escom Indonesia. Sedang membutuhkan tenaga IT SALES ENGINEERING dan IT Programmer.

Bagi yang ingin mengetahui, kualifikasi dan persyaratannya silahkan klik >> Lowongan Kerja di Banyuwangi mei 2015 <<

Terima kasih

Semoga Bermanfaat.

🙂

 

Iklan

Festival Jeding Rijig Banyuwangi, membuat anak muda GAUL

Posted on

Bersih, harum dan sehat merupakan tiga indikator untuk mencapai kenyamanan dalam hal apapun. Tidak hanya bangunan coba terapkan pada penilaian orang seperti halnya mencari pacar. Apakah kita akan memilih pacar yang kotor, bau dan tidak sehat? Apakah ada kenyamanan disana? Semua orang sepakat, memiliki pasangan yang bersih, harum dan sehat untuk kenyamanan sebelum timbul rasa cinta yang mendalam.

Senada dengan penilaian manusia, secara fisik toilet kita harus bersih. Ya , jeding kudu rijig. Ada yang mengatakan, kalau mau tau orang itu jorok apa tidak? lihatlah di belakang ( toilet dan dapur). Kenapa itu menjadi indikator penilaian? Karena fisik tamu bersinggungan langsung dengan toilet, entah itu duduk maupun jongkok. Kalau kotor, apakah kita nyaman untuk buang hajat? Pasti jawabanyanya tidak. Kita akan buru-buru mengakhiri buang hajat, kalau toilet kita kotor, bau dan tidak sehat.

Selama ini jeding selalu disepelekan untuk dijaga kebersihannya. Padahal jeding rijig ini salah satu kriteria penilaian para tamu. Perlu diperhatikan juga, selain kebersihan, menyediakan sabun ditoilet umum penting juga loh! Hand wash, atau hand soap menjadi barang langka saat kita berpergian. Tidak mungkin, kita bongkar barang-barang yang sudah kita packing hanya untuk sekadar buang air kecil di sebuah rest area. Belum ditambah kalau toiletnya kotor, banyak coretan (vandalism), banyak kecoak dan kotoran lain. Saya yakin dengan pasti, kita tidak akan buang hajat disana, akan ditahan walaupun sudah tak tahan. Lebih baik menahan HIV (hasrat ingin vivis) daripada buang hajat di tempat yang tidak bersih. Permasalahan sebenarnya adalah perilaku untuk hidup bersih dan sehat. Kalau budaya PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) ini terus tumbuh di masyarakat, budaya ini akan menjadi snowball (perilaku kecil yang berdampak besar). Dampaknya yang dirasakan bukan sekarang, tapi kedepan.

Jika kita tak ingin wisatawan atau traveler buang hajat sembarangan. Sediakan tempatnya. Jangan hanya melarang, tapi berikanlah solusi. Kenapa orang membuang sampah sembarangan? karena jarang ditemukan tempat untuk membuang sampah. Sama halnya dengan toilet, traveler, atau orang yang pertama kali mendatangi suatu tempat yang dicari pertama adalah bukan tempat wisata, tapi tempat umum yang menyediakan toilet. SPBU, misalnya. Ya, SPBU selalu menjadi sasaran utama para traveller yang berkendara. Tapi jika tak menemukan SPBU dan tidak bisa menahan HIV ( Hasrat Ingin Vivis) yang dicari adalah sebuah pohon Besar yang multifungsi. Selain untuk berteduh, juga toilet terbuka dan GRATIS. Tak ayal pohon besar adalah rest area kedua yang paling dicari setelah SPBU. Fasilitas penunjang ini sangat penting. Tidak hanya banyak, tapi harus terawatt kebersihannya.

Untuk membuat wisatawan ingin datang lagi dan lagi ke Banyuwangi, ayo podho-podho ngrijigi jeding. “Toilet ukuran utama penilaian wisatawan”, kata pak bupati dalam launching Gerakan Jeding rijig, dan Banyuwangi Festival 2015. Jadikan perilaku jading rijig ini sebagai rutinitas anak muda yang keren. Anak gaul jedinge rijig, bro, sis.

Semakin bersih toiletnya, semakin gaul! Jangan ngaku keren deh, kalau ga bersih toiletnya. * sambil bersih- bersih kamar mandi biar jadi anak gaul*

Kalau Bukan kita? Siapa Lagi?

Posted on

Sore tadi dalam perjalananku dari jember menuju banyuwangi sempat berbincang- bincang. Kejadiannya kira kira pukul 14.00.

” Kerja di bali itu enak ya? tapi saya tdk dapat apa apa dari sana 2,5 tahun di bali cuma dapat istri” Si supir angkot terkekeh, dan menyuruhku untuk pindah ke kabin supir, karena sepi beliau meminta saya untuk menemaninya didepan.

Pembicaraan dimulai dari cerita perjalanan karir beliau. Katanya tahun 1997 dia kerja dibali, kerja sebagai karyawan pabrik helm bagian mesin.

Mak, iki kek hasile isun nang bali. (bu, ini nih hasilnya aku di bali) ” kata supir lin tersebut berbicara pada ibunya waktu itu.

Lah iro iku megawe nang bali seng ono hasile, moleh moleh mung nggowo wong wadon bain. ( Kamu ini kerja di bali tidak ada hasilnya, pulang pulang cuma membawa istri saja)”  sahut ibunya sesaat setelah sang putranya datang

Baca entri selengkapnya »

Menikmati Minggu terakhir menjadi Mahasiswa

Posted on Updated on

Kamis, 30 oktober 2014 – seminggu lagi saya akan mengikuti prosesi sakral yang diidam idamkan mahasiswa. Ya, Wisuda. Setelah jatuh dan sempat gak bangun bangun bergelut dengan skripsi akhirnya prosesi yang diidam idamkan itu tercapai. Ini saatnya bagi saya buat bersalaman dengan pak rektor, sayangnya tidak bisa selfie setelah salaman.

Wisuda, Bagi mahasiswa suatu perayaan yang sangat dirindukan. ketika skripsi tak kunjung kelar, ketika pertanyaan orang tua yang membuat telinga panas “Kapan Lulus, le?”. Wisuda ajang untuk berfoto, tempat bersuka ria. Sebuah Perayaan,yah hanya sebuah perayaan untuk mendapatkan secarik kertas bertuliskan Ijazah, pemindahan tali, memakai toga. Tapi…. Setelah wisuda? apakah wis (jawa) sudah? Tentu Tidak. Tantangan selanjutnya adalah melanjutkan hidup dengan bekal ilmu yang dipunya.

Baca entri selengkapnya »

Bupati Banyuwangi dari Masa ke Masa

Posted on Updated on

Berikut Adalah Bupati Banyuwangi dari tahun 1942 hingga 2010, siapakah selanjutnya????

R.Oesman Soemodinoto

  • Periode : 1942 – 1947

R. Soegito Noto Soegito

  • Periode : 1955 – 1965

Djoko Supaat Slamet

  • Periode : 1966 – 1978

Susilo Suhartono, SH

  • Periode : 1978 – 1983

S. Djoko Wasito

  • Periode : 1983 – 1988

Harwin Wasisto

  • Periode : 1988 – 1991

H. Turyono Purnomo Sidik

  • Periode : 1991 – 2000

Ir. H. Samsul Hadi

  • Periode : 2000 – 2005

Ratna Ani Lestari, SE. MM.

  • Periode : 2005 – 2010

Who is the next??

Abdullah azwar anas

Ir. H. JALAL

Emilia Contessa