Curhat

Fenomena mimpi Buruk tadi malam

Posted on Updated on

Terima kasih Hantu yang telah membangunkanku…

“ Sya…”, Seorang teman membangunkan tidurku, dia bermalam dirumah karena dia tugas di banyuwangi

“Apa bom?” tanyaku dengan gegas

“aku mau shalat subuh, mana sarung dan sajadahnya?”

Akhirnya aku ambilkan sarung dansajadahnya, aku bergegas untuk ambil wudhu ke belakang rumah. Sebelum ambil wudhu aku merenung menikmati indahnya alam belakang rumah.

Ada pemandangan aneh di belakang rumahku. Biasanya tak ada kandang ayam, tiba tiba ada kandang ayam di halaman belakang rumahku.

Angin bertiup, seluruh tanah seolah naik rapi untuk memberi makan ayam yang ada di kandang. Sebuah papan berpaku melayang layang, tanah yang tadinya naik ke kandang menjadi berhenti, sekelebat orang melihat aku. Akupun mulai merinding. Kaki ku terasa kaku untuk digerakkan. Papan yang melayang tadi menghampiriku, sosok tinggi besar seolah tak menginginkan aku untuk ada di situ dan berniat membunuhku.

“Bo…m… bom”, pekik ku dengan lidah kelu.

Barang – barang yang tajam menghampiriku.

Dan….

Akhirnya aku terbangun, dengan nafas terengah. Bersyukur aku terbangun dengan selamat. Lalu aku bergegas untuk mengambil air minum. Seolah seperti lari marathon 15k. Aku mimpi Buruk. Mimpi yang kuingat benar tadi malam. Bersyukur hanya mimpi. Dan siapapun yang ada di dalam mimpiku tadi malam, aku berterima kasih. Aku dapat bangun lebih awal dari biasanya. Walaupun dengan penuh ketakutan, dengan rasa lelah. Terima kasih.

Berbicara soal, mimpi. Aku pernah membahas perihal mimpi. Bahkan aku pernah berteori bahwa mimpi sebenarnya hanya 5 menit sebelum bangun. Mimpi sebegitu panjangnya itu hanya 5 Menit? Ya, karena alam mimpi tidak pernah di batasi oleh ruang dan waktu. Alam mimpi berada pada dimendi yang berbeda dengan alam manusia(3D) yang di batasi oleh ruang dan waktu.
Oleh sebab itu mengapa mimpi bisa berubah, kadang di gedung ini, tiba tiba di gedung yang lain. Dan waktunya pun sangat panjang, hanya dengan 5 menit kadang sebuah cerita panjang terekam dalam mimpi.

By the way, terimakasih pada hantu yang membangunkan aku tadi, aku bisa qiyaumul lail. Terima kasih

Iklan

Usia Baru, Harapan Baru. SUKSES. Aamiin.

Posted on

Usia yang hampir seperempat abad ini, hamba bersyukur telah diberi kenikmatan hidup didunia…

sebelas bulan februari, tanggal dan bulan yang sama dengan kelahiranku.

Bukan senang, bukan gembira. Betapa tidak, lihatlah rambut didepan sudah mulai rontok, perut sudah mulai buncit, pipi mulai tirus. Tambah Tua! Ya, Secara fisik bertambah tua, mudah mudahan bertambah tua juga raganya.

  • Sudah harus mulai memikirkan masa depan.
  • Sudah harus memikirkan menikah
  • Sudah harus memikirkan kehidupan setelah menikah
  • Kurangi waktu bermain
  • Perbanyak waktu cari Uang
  • Mendekatkan diri lagi pada Tuhan
  • Memperbanyak teman yang bisa diajak berkembang
  • Harus Mandiri lagi
  • Pikiran harus jauh kedepan
  • Makin semangat untuk masa depan
  • Kamu yang sekarang, adalah produk kamu di masa lalu
  • Memuliakan ibu
  • Pikirkan Investasi
  • Kesehatan di jaga
  • Kesehatan anaknya orang dijaga ( jika menikah)
  • Kesejahteraan anaknya orang dijaga (jika menikah)
  • Lebih Tanggung Jawab lagi

Ya itu mungkin Sebagian kecil daftar yang harus dipenuhi mulai dari sekarang. Bukan waktunya lagi untuk bermain main dalam hidup. Sudah mulai untuk Kerjakeras. Ingatlah, rahmadinata syafa’at. IBUMU. Minta doa kepadanya, muliakan dia. Beliau sudah tak muda lagi, hampir setengah abad usianya. Penyakit linu, pelupa, uban sudah mulai muncul. bukan kah itu sudah merupakan pertanda bahwa ibumu sudah tak muda lagi? Kamu Pasti bisa SUKSES. iya, kamu SUKSES. Hanya saja, carilah terus jalanmu yang belum ketemu. kalau sudah ketemu, SERIUS. Lakukan dengan penuh tanggung jawab.
Dalam doa ibu, Namamu yang selalu di sebut karena hanya anak ibu harapan satu satunya yang dimiliki didunia.

“Rahmadinata Syafaat, yang sekarang tumbuh dewasa lah yang dimiliki ibu sekarang, nak. Ibuk pengen buktikan kalau Kamu bisa SUKSES walau tak ada AYAH”. kata Ibu.

Doa ibu itu seolah menjadi pelecut semangat ketika aku tak memiliki semangat, ketika malas. iya, Ayah yang 4 tahun lalu meninggalkan Ibu dan aku. Karena sakit, yang dideritanya bertahun tahun. Sakitnya diawali oleh operasi kelenjar timus. Setelah kelenjar timus itu diambil, kesehatannya menurun dari tahun ketahun, bertahan hingga 8 tahun. Cerita tentang ayah saya bisa di baca di( Ayah….berjuanglah )

Ayaah, apa kabar di surgaNYA? Sudah bertemukah dengan KAKAK? atau sudah bercanda gurau dengan kakak? MUHAMMAD YUSUF HIDAYATULLAH namanya. Kakak saya yang meninggal tepat hari jumat di dalam mobil didepan masjid AL Hadi banyuwangi.  Cerita tentang ayah dan kakak saya dapat dibaca disini

Rindu, akan masa kecilku. Rindu melihat canda tawa kakak, ayah, dalam satu bingkai keluarga. Ayah, tolong sampaikan pada tuhan, kalau anakmu kini berjuang untuk sukses bersama IBU. Kakak juga, Tolong sampaikan yah. Meskipun kini engkau tak melihat aku, tapi aku merasakan senyum bahagiamu ketika aku di wisuda. Bayang kakak dan Ayah Hadir dalam wisudaku. Itu pencapaian ku dan ibu untuk lebih sukses lagi ya kak. sekarang aku sedang berjuang untuk lebih sukses lagi kak, yah.

Aku kehilangan sosok ayah, ayah yang selalu memberikan pandangan hidup. Ayah yang mengenalkan aku pada ajaranNYA. Tempatku bertanya. Sosok yang tegas, dan pemberi nasihat yang baik – kebetulan ia seorang guru -. Benar benar ayah adalah seorang pembimbing kehidupan yang baik. Ayah, sekarang aku sudah Sarjana. Sekarang aku kuliah S2 di Universitas Kehidupan. Dosenku Banyak ayah, tukang becak, tukang soimay, penjual rujak, penjual panci kredit dan banyak lagi yang lain. Tapi sosok ayah selalu melekat di hati. Karena Ayah yang mengenalkanku pada ALLAH untuk yang pertama kali. Suara Adzanmu mengenalkan aku saat aku Bayi.

Hidup harus terus berjalan. Aku yang sekarang bergerak untuk masa depan. Mencari cinta sejati, Menemukan apa sejatinya hidup di dunia. Terus bergerak. Tetap berubah.

Saya

Rahmadinata Syafaat dengan usia yang baru.

Harapan Baru. Dan berusaha untuk tetap berkarya.

Kalau kita tahu ‘menunggu dengan kesabaran’ berbuah manis. kita pasti akan setia menunggu.

Posted on Updated on

Kita tidak akan tahu usaha keberapa kita akan berhasil. Sebagaimana kita tidak akan tahu doa keberapa yang akan dikabulkan. Untuk itu pebanyaklah keduanya. Dan bersabarlah.

 

 

 

Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi saat hujan deras dengan petir yang menyambar. Kita juga tak akan tahu apa yg bisa kita lakukan pada ulat bulu yang menjijikkan. Jika kita menunggu dengan kesabaran, kita akan tahu bahwa dibalik hujan deras disertai petir akan ada pelangi yang indah. Kita juga akan tahu bahwa ulat bulu yang menjijikkkan itu akan bemetamorfosis menjadi kupu kupu yang indah.

kuncinya adalah kesabaran. Bukan seberapa lama kita menunggu jawaban tapi seberapa besar rasa sabar yang kita punya. Bayangkan, jika ada dua orang yg menggali tambang emas secara bersamaan, keduanya tak tahu dimana emas itu berada. Sampai kapan mereka harus menggali mereka tidak pernah tahu. Dari kedua penambang emas itu yang membedakan adalah nilai dalam diri. Penambang satu seorang yang tidak sabar dan penambang yang kedua adalah penambang yang sabar. Ketika penambang satu berhemri unrul menggali. Penambang kedua tetap dengam sabar menggali. Padahal wmas yg dicari masih kurang 4-5 galian. Betapa meruginya kita menjadi orang yang tak sabar.

Jika kita masih dalam masa penantian. Bersabarlah. Perbanyak usaha dan doa.penantian kita tak akan sia sia.

Saya akan selalu berdoa agar kita tetap diberi kesabaran yang besar.menunggu dengan kesabaran adalah kekuatan yang harus diperjuangkan. Biasanya hanya wanita yang mampu melakukannya. Tapi jaman sekarang laki laki juga banyak yang melakukan.

menunggu orang untuk membeli dagangan kita. Menunggu seseorang yang akan meminang. Menunggu orang berubah sikap. Dan lain lain. Itu semua adalah pekerjaan orang SAKTI. mereka tak tahu kepastiannya, tapi tetap yakin dan tetap bersabar. Nilai ini tidak bisa kita dapatkan begitu saja. Nilai ini hanya bisa kita latih. (Maaf) dalam islam, sabar adalah salah satu sifat tuhan.

masih yakin menunggu pekerjaan yg menyebalkan? Coba di cek ulang. Yang dinilai orang itu bukan hanya penampilan. Tapi value. Semakib tinggi value kita semakin mahal nilai jual kita.

Mau jadi pribadi yang mahal nilai jualnya? Tinggikan value kita. Saya akan selalu berdoa agar kita semua selalu ditinggikan valuenya. Aamiin.

Sebagai penutup.Teringat lagu letto,

“Kalau cinta, BESABARLAH. ”

Terakhir, Teringat juga kisah saya, saya harus rela menunggu satu tahun untuk mendapatkan nilai sempurna pada mata pelajaran yg tidak lulus. Ya. Saya pernah tidak lulus ujian nasional sekolah menengah atas. Waktu itu saya tidak lulus gara gara nilai matematika saya 3,75. Dengan stansar kelulusan untuk setiap mata pelajaran adalah 4.00. Kalau saya tak sabar, mungkin saya bunuh diri. Mungkin saya ke wc buat minum obat pembersih porselain yang keras dan membunuh itu. Tapi tak saya lakukan. Yang saya lakukan pada saat itu adalah mengikuti ujian lagi. Dan harus menunggu satu tahun untuk mengikuti ujiab nasional lagi. Satu tahun berlalu, ujian nasional pun digelar. Banyak perubahan, perbaikan yang telah saya lakukan. Sekarang saya harus bersabar menunggu hasil. Dan ternyata, hasilnya sangat memuaskan. Nilai matematika yang saya dapatkan adalah 10.00 bulat. Sungguh kesabaran yang membuahkan hasil. Buah yang manis. Tapi bagaimana jika saya tak sabar? Mungkin tulisan ini tak akan pernah lahir. Saya tak akan pernah berbagi kisah dengan anda.

 

Saya,

rahmadinata syafa’at yang pernah dinyatakan tak lulus sekolah.

Kalau Bukan kita? Siapa Lagi?

Posted on

Sore tadi dalam perjalananku dari jember menuju banyuwangi sempat berbincang- bincang. Kejadiannya kira kira pukul 14.00.

” Kerja di bali itu enak ya? tapi saya tdk dapat apa apa dari sana 2,5 tahun di bali cuma dapat istri” Si supir angkot terkekeh, dan menyuruhku untuk pindah ke kabin supir, karena sepi beliau meminta saya untuk menemaninya didepan.

Pembicaraan dimulai dari cerita perjalanan karir beliau. Katanya tahun 1997 dia kerja dibali, kerja sebagai karyawan pabrik helm bagian mesin.

Mak, iki kek hasile isun nang bali. (bu, ini nih hasilnya aku di bali) ” kata supir lin tersebut berbicara pada ibunya waktu itu.

Lah iro iku megawe nang bali seng ono hasile, moleh moleh mung nggowo wong wadon bain. ( Kamu ini kerja di bali tidak ada hasilnya, pulang pulang cuma membawa istri saja)”  sahut ibunya sesaat setelah sang putranya datang

Baca entri selengkapnya »

Menikmati Minggu terakhir menjadi Mahasiswa

Posted on Updated on

Kamis, 30 oktober 2014 – seminggu lagi saya akan mengikuti prosesi sakral yang diidam idamkan mahasiswa. Ya, Wisuda. Setelah jatuh dan sempat gak bangun bangun bergelut dengan skripsi akhirnya prosesi yang diidam idamkan itu tercapai. Ini saatnya bagi saya buat bersalaman dengan pak rektor, sayangnya tidak bisa selfie setelah salaman.

Wisuda, Bagi mahasiswa suatu perayaan yang sangat dirindukan. ketika skripsi tak kunjung kelar, ketika pertanyaan orang tua yang membuat telinga panas “Kapan Lulus, le?”. Wisuda ajang untuk berfoto, tempat bersuka ria. Sebuah Perayaan,yah hanya sebuah perayaan untuk mendapatkan secarik kertas bertuliskan Ijazah, pemindahan tali, memakai toga. Tapi…. Setelah wisuda? apakah wis (jawa) sudah? Tentu Tidak. Tantangan selanjutnya adalah melanjutkan hidup dengan bekal ilmu yang dipunya.

Baca entri selengkapnya »

Penggunaan Teknologi demi upaya pengurangan resiko bencana

Posted on

Artikel Berikut adalah sharing tugas dari saya, konsepnya, dengan Artikel jadinya. Dibuat karena untuk memenuhi Tugas Bahasa Indonesia. Lumayan buat ngisi blog yang lama tak berpenghuni. 😀 . Oke langsung aja. Oh ya mau cerita ini diketik manual lho. mantep jaya pokoknya aku ma hamdan ngerjakan mulai jam 9 sampek jam 3 pagi.

Tema : Penanggulangan Resiko Bencana (Disaster Risk Reduction)
Judul : Penggunaan Teknologi demi upaya pengurangan resiko bencana
Kerangka
Lembar 1-3: Menyajikan Data dan fakta tentang kondisi alam di Indonesia(Masalah)
– Kondisi alam indonesia
– Pak SBY dapat penghargaan Disaster Risk Reduction
– Korban terbanyak yang biasanya terjadi
– Peran Masyarakat saat ini

Lembar 4: Perbandingan Indonesia dan luar negeri dalam menyikapi Resiko bencana alam
– Fakta tentang penanggulangan resiko bencana di indonesia
– Fakta tentang penanggulangan resiko bencana di Luar negeri
– Upaya Pengurangan resiko bencana beberapa daerah

Lembar 5: Penggunaan Teknologi (Solusi)
– Teknologi
– Seberapa efektif
– Negara lain dalam penggunaan teknologi dlm pengurangan resiko bencana
Lembar 6: Kesimpulan
– Merangkai kembali peristiwa2 diatas.
– Menegaskan kembali,pentingnya pengurangan resiko bencana
– Teknologi adalah jawaban semuanya

Penggunaan Teknologi demi upaya pengurangan resiko bencana

Indonesia menjadi negara yang rawan bencana. Hal itu dikarenakan adanya cincin api atau ring of fire yang melingkupi Indonesia. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Nasional Walhi Chalid Muhammad dalam Konferensi Rakyat Indonesia (KRI) di kompleks Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta pada tanggal 1 Juli 2011.Kondisi geologi Indonesia memang berada di lingkungan cincin api. Cincin api adalah zona gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Ini membentang seperti daerah tapal kuda sekitar 40,000 km memanjang, yang menampung lebih dari 90% dari gempa bumi terbesar di dunia. Cincin api di Indonesia ditandai dengan adanya rangkaian pegunungan yang membentang dari Sumatera hingga kebagian timur, yakni Nusa Tenggara Timur dan Maluku. Tidak hanya kondisi alam, Indonesia mempunyai kesempatan bencana alam lebih besar, dikarenakan kerusakan oleh manusia, seperti halnya kerusakan hutan, kerusakan ekosistem laut, tanah, udara yang menyebabkan banjir, tanah longsor, kekeringan, krisis air bersih dll. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, hingga akhir 2011, 31 perusahaan yang sedang diproses perizinannya di kantor Kementerian Kehutanan meminta izin pinjam pakai kawasan seluas 444 ribu hektare lebih. Khusus di Kabupaten Tanahbumbu, dari 37 perusahaan tambang batu bara yang mengapling lahan seluas 152.036 hektare, yang sudah mengantongi izin pinjam pakai kawasan dari Menteri Kehutanan (Menhut) hanya empat perusahaan saja, dengan total area seluas 15.654 hektare. Pemandangan serupa tampak di wilayah Kabupaten Tanahlaut yang sempat ditinjau langsung Menhut Zulkifli Hasan. Dari 74 pemegang izin kuasa pertambangan yang menggunakan lahan seluas 60.691 hektare, ternyata hanya empat perusahaan yang sudah mendapatkan izin dari Menhut untuk melakukan aktivitas dengan luas area 12.778 hektare. Kerusakan lingkungan hidup tak hanya di daratan saja. Terumbu karang di perairan laut Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pun rusak parah, mencapai 70 persen dari luas 1278,18 hektare. “Hasil penelitian Universitas Bung Hatta menunjukkan kondisi terumbu karang perairan laut di Pesisir Selatan kian rusak. Kerusakan demi kerusakan ini menjadi peran besar dalam bencana alam.
Ini bertolak belakang ketika presiden SBY menerima penghargaan, dari PBB mengenai Global Champion of Disaster Risk Reduction. PBB menilai bahwa Indonesia yang merupakan negara berkembang melalui kepemimpinan bapak Susilo Bambang Yudhoyono telah dapat berprestasi dalam menanggulangi tanggap darurat tsunami Aceh. Namun ini hanya penilaian dalam 1 kasus, masih banyak kasus bencana lain dan kita tidak tahu bagaimana penangananya. Ada faktor pernting yang mesti dinilai, yaitu ketanggapdaruratan warga, partisipasi warga dalam pengurangan resiko bencana karena warga lah yang mengerti keadaan lapangan, dan mengalami secara langsung bencana alam tersebut.
Bencana alam erat hubungannya dengan korban, karena alam tak bisa diramalkan kapan tak bersahabat. Seperti peristiwa gempa bumi yang berkuatan 8,9 skala Richter disusul dengan gelombang Tsunami di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara tahun 2004 yang menghasilkan korban meninggal sebanyak 220.000 jiwa, gempa tektonik di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah tahun 2006. Pada tahun 1988-2003 sebanyak 647 kejadian korban meninggal sebanyak 2.022. Pada tahun 2005, 281 kejadian dan menelam korban meninggal 2.462. ( Sumber: Depsos tahun 2008 dan walhi 2004) Banyak menelan korban, ketika tidak ada kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Anak-anak adalah jiwa yang paling rentan dalam bencana alam, terutama anak usia dini, merupakan kelompok paling rentan yang menjadi korban pertama dan paling menderita daripada orang dewasa. Mereka belum bisa menyelamatkan diri sendiri, sehingga peluang menjadi korban lebih besar. Harus ada upaya meminimalisasi korban anak- anak karena anak-anak adalah tunas bangsa.
Banyak upaya pengurangan resiko bencana untuk meminimalisasi banyaknya korban, semisal di jawa tengah dalam rangka memperingati hari remaja internasional 12 Agustus 2011, PMI beserta PMR mengadakan SB (Buka-Saur Bersama), tidak hanya itu setelah terawih diadakan pementasan wayang tenda, suatu aksi upaya pengurangan risiko (UPR) yang berbeda dari yang lainnya. Selain melakukan Upaya pengurangan risiko, acara ini juga melestarikan budaya indonesia. Tidak hanya di Jawa tengah, Jawa barat memiliki Smart SOP yang dicetuskan oleh Imam A. Sadisun, Dr. Eng. Lain jawa tengah dan barat lain pula cara di jawa timur, upaya pengurangan resiko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) jawa timur menggelar simulasi dalam upaya mengurangi risiko bencana pada tanggal 16/11/2011 di lapangan Rampal, Kota Malang.
Penanggulangan Bencana Alam yang dilakukan saat ini masih menyimpan beberapa masalah antara lain sebagai berikut:
Kelambatan dalam mengantisipasi tanggap darurat bencana;
Kurangnya koordinasi dalam perencanaan danpelaksanaan dalam pemulihan pasca bencana;
Kerangka kerja kelembagaan lebih fokus pada pelaksanaan tanggap darurat bencana dibanding pemulihan pasca bencana serta pendanaan yang lebih ditekankan pada tanggap darurat bencana.
Pemahaman atas pengurangan resiko bencana juga masih terlihat jelas akan kurangnya pemahaman dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana dan resiko becana.
Lemahnya kinerja kelembagaan dalam pelaksanaan pengurangan resiko bencana, kurangnya perencanaan dan pelaksanaan dalam pengurangan resiko bencana serta kurang terpadunya rencana penataan ruang dengan pengurangan resiko bencana.
Ketidakpahaman masyarakat dalam memberikan bantuan terhadap para korban, mengakibatkan masyarakat yang menjadi korban bencana alam sangat bergantung pada upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah.
Belum terpenuhinya pelayanan standar minimum yang disyaratkan oleh piagam kemanusiaan terkait dengan pemberian bantuan terhadap korban bencana, sehingga sering ditemui korban bencana terkesan tidak dipenuhi akan haknya terhadap kehidupan yang bermartabat.
Berikut adalah beberapa resolusi, dan strategi nasional yang dijadikan landasan pengurangan risiko bencana:
Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Upaya pengurangan risiko bencana merupakan isu lintas wilayah dan sektoral dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Pada 30 Juli 1999 Dewan Ekonomi dan Sosial PBB menerbitkan Resolusi Nomor 63 Tahun 1999 yang menetapkan bahwa dekade 1990 menjadi Dekade Pengurangan Risiko Bencana Internasional(International Decade for Natural Disaster Reduction/IDNDR ). Dalam resolusi ini direkomendasikan agar PBB memfokuskan tindakan bagi pelaksanaan strategi internasional pengurangan risiko bencana. Dua sasaran utama strategi internasional pengurangan risiko bencana tersebut adalah:
(1). Mewujudkan ketahanan masyarakat terhadap dampak bencana alam, teknologi, dan lingkungan;
(2). Mengubah pola perlindungan terhadap bencana menjadi manajemen risiko bencana dengan memberlakukan integrasi strategi pengurangan risiko bencana ke dalam kegiatan pembangunan berkelanjutan.
Strategi Yokohama (Yokohama Strategy)
Strategi Yokohama untuk Dunia yang Lebih Aman; Pedoman untuk Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Mitigasi terhadap Bencana Alam dan Rencana Aksi (The Yokohama Strategy for a Saber World; Guidelines for Natural Disaster Prevention, Preparedness and Mitigation and its Plan of Action) yang diadopsi pada 1994 memberikan suatu panduan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.
Kesenjangan dan tantangan khusus yang diidentifikasi dari Strategi Yokohama terhadap tinjauan pelaksanaan yang masih cukup relevan untuk dijadikan acuan dalam pengembangan kerangka aksi 2005-2015, yaitu;
(1). Tata kelola, kelembagaan, kerangka kerja legal dan kebijakan;
(2). Identifikasi risiko, pengkajian, monitoring dan peringatan dini;
(3). Pengembangan pengetahuan dan pendidikan;
(4). Pengurangan faktor-faktor risiko mendasar;
(5). Kesiapsiagaan untuk respons dan pemulihan yang efektif.
Dan Masih banyak yang lain yang menjadi landasan internasional indonesia dalam rencana aksi nasional dalam pengurangan resiko bencana 2010-2015
“Teknologi adalah pengetahuan, peralatan, dan teknik yang digunakan untuk mengubah bentuk masukan (bahan baku, informasi, dan sebagainya) menjadi keluaran(produk dan jasa). Perubahan teknologi dapat membantu organisasi untuk menyediakan produk yang lebih baik atau menghasilkan produk secara lebih efisien”(Rachmawati, 2007:21). Dengan dasar tersebut membuktikan bahwa dengan teknologi, akan menghasilkan produk yang efisien, itu juga akan menghasilkan informasi yang efisien. Karena informasi dalam pengurangan resiko bencana sangat dibutuhkan. Seperti yang dilakukan di Jepang, karena mereka sadar akan rawan gempa, maka jepang mengantisipasinya dengan memperbanyak robot penyelamat. Berikut delapan robot penyelamat yang pernah digunakan dalam mitigasi bencana, dikutip detikINET dari Science Popular, Senin (14/3/2011), yakni RoboCue, Snakebot, Robotic Safety Crawler, Roller-Skating Rescuer, The Breath-Sensor, Kinect-Powered Rescue-Bot, Humanoid BEAR Medic-Bot dan Ultra-Cheap RoachBot.
Betapa pentingnya teknologi dalam jaman sekarang, terlebih untuk Pengurangan Resiko Bencana. Seperti yang tertulis di Rancangan Aksi Nasional Pengurangan Resiko Bencana(RAN-PRB) 2010-2012 teknologi termasuk salah satu programnya. “Mengembangkan inovasi dan mengintensifkan kegiatan pengembangan dan pengenalan terhadap berbagai sistem peringatan dini yang berbasis teknologi tepat guna dalam rangka kesiapsiagaan bagi seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi bencana di tingkat nasional dan lokal;”(UNDP.2010:116). Informasi jika dikelola dengan teknologi dengan baik maka akan menghasilkan informasi yang bermanfaat. Teknologi yang bisa dimanfaatkan dalam mengelola informasi adalah internet. Selama ini jika internet hanya digunakan untuk social network, kota bisa gunakan internet untuk mencari tahu informasi tentang kebencanaalaman, tentang bagaimana menyelamatkan diri. Tidak hanya mencari kita juga bisa membagikan pengalaman tentang bagaimana menghadapi bencana alam
Teknologi merupakan solusi tepat dalam mengurangi resiko bencana, kita lihat jepang yang telah menerapkan teknologi dengan memperbanyak robot penyelamat. Dalam Resolusi PBB juga di sebutkan bahwa terdapat dua sasaran utama strategi internasional pengurangan risiko bencana yang salah satunya adalah teknologi. Teknologi bisa juga digunakan sebagai alat promosi bagaimana pentingnya pengurangan resiko bencana, mengingat Indonesia bertempat di Ring Of Fire, yang notabenenya adalah wilayah yang rawan bencana. Teknologi merupakan alat yang penting tetapi tidak satu-satunya masih banyak alat lain yang perlu diperhatikan, untuk mengurangi resiko bencana ini. Mengingat presiden SBY yang diberi penghargaan oleh PBB, sebagai Global Champion of Disaster Risk Reduction. Apresiasi yang lebih ini harus diimbangi dengan prestasi yang memadai, pemanfaatan teknologi tentang bahaya bencana lebih ditingkatkan, simulasi tentang kebencanaan lebih diperbanyak di daerah karena daerah yang mengerti kondisi lapangan. Promosi tentang kebencanaan sebaiknya jangan hanya simulasi, seperti yang dilakukan PMI Jawa tengah dengan menggelar wayang tenda. Dari sisi hiburan ini sangat diperlukan oleh masyarakat, masyarakat menyukai sesuatu yang menari dan berbau hiburan, karena kebencaan jika hanya dilakukan dengan seminar, atau pelatihan pelatihan yang membosankan, orang akan semakin malas mengikuti pelatihan kebencanaan demi mengurangi resiko bencana. Itulah solusi-solusi tepat untuk mengurangi resiko bencana agar kita bisa meminimalisasi korban.

Sumber:
Ebook http://ymp.or.id. Indonesia Rawan Bencana Alam, diunduh 12 Desember 2011 : 10.30.
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=293080 diunduh 18 desember :16.23.
http://www.detik.com diunduh, 18 Desember 2011 :16.30
UNDP, Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (RAN-PRB) 2010-2012. 2010 (Tidak dipublikasikan)
Rachmawati, Ike. 2007. Manajemen Sumber Daya. Andi: Yogyakarta.

Ayah. . . Berjuanglah!

Posted on

ini postingan yang aku tulis sebelum ayah meninggal

Ayah..Engkau yang mengajariku mengenal dunia

Ayah..Engkau yang mengenalkanku bentuk-bentuk huruf hijaiyah

Ayah..Engkau adalah alasanku untuk dewasa

Ayah..Engkau yang membuatku menjadi kuat saat aku lemah

Ayah..Petuahmu selalu terngiang-ngiang menjadi acuanku berjalan maju

Ayah..Engkau yang selalu menasihatkan aku tentang indahnya akhirat daripada dunia

Berawal dari operasi tahun 2004, sehari sebelum kakakku meninggal. Engkau dioperasi besar, operasi kelenjar timus. Dadamu dibelah, demi mengambil kelenjar tersebut. Sebetulnya semua orang memiliki kelenjar timus, kelenjar ini memiliki dua potensi. Potensi membesar atau mengecil dan kelenjar ini berhenti bekembang ketika masa pertumbuhan.Kelenjar timus Ayahku memiliki potensi pertama yaitu membesar. Dan setelah dioperasi besar kelenjar timus itu sebesar biji mangga tua, berdiameter(kalau tidak salah) 12 cm, letaknya ada diantara paru-paru dan jantung sehingga harus diangkat jika tidak kelenjar ini akan membesar dan akan mendesak jantung, tentu ini berbahaya opsi operasi pun diambil. Menurut cerita operasi berlangsung lancar.

Sekarang udah 6 tahun lebih semenjak operasi tersebut, beliau kini hidup diruangan yang ber-ac, penuh dengan tumpukan bantal, dan selang oksigen yang terpasang. Sesekali engkau meringis kesakitaan, sesekali pula engkau terbangun karena batuk. Ayah cepatlah sembuh, senyumku seakan hilang setelah melihat rintihanmu menahan sakit.

Dulu engkau berbadan gemuk,gagah, kini engkau berbadan kurus, seolah –olah tinggal tulang dan kulit. Pendengaranmu kini telah berkurang, untuk berbicara saja rasanya sulit, tapi engkau berusaha berbicara kepada siapa saja untuk berbuat kebaikan. Alhamdulillah ingatan dan penglihatanmu masih tajam. Sayang, engkau sekarang tak mampu melihat indahnya dunia, karena selang oksigen yang terpasang, karena tubuhmu yang melemah.

Meskipun dalam keadaan begini engkau masih memikirkan tentang tanggung jawabmu, yah meskipun ujung-ujungnya aku yang mengerjakan tanggung jawabnya, dengan tidak melupakan tanggung jawab, dan ada niat untuk mengerjakan adalah salah satu pembelajaran buat aku tentang profesionalitas bahwa dalam keadaan apapun jangan pernah meninggalkan tanggung jawab.

Engkau marah, bukan berarti engkau benci. Justru dengan kemarahanmu engkau memberitahu bahwa sesungguhnya betapa cintanya engkau pada anakmu. Caranya saja yang berbeda dengan ibu.

Engkau diam bukan berarti engkau lupa pada anakmu, tapi engkau mencari cara untuk bagaimana memberi tahu tentang kehidupan.

Aku berusaha menampakkan kesedihan ini di depanmu, aku tak ingin engkau tambah sedih.

Tapi percayalah ayah, tuhan menguji kita, tuhan ingat padamu. Sehingga engkau diberi sakit. Karena sesungguhnya sakit itu penggugur dosa J itu yang jadi kekuatanmu selama ini. J

Aku hanya bisa membalas kebaikanmu dengan merawatmu.  Aku relakan liburan tanpa liburan, karena percuma saja aku liburan tapi pikiranku dirumah.

Tuhan, dengar dan kabulkan doaku, “Sembuhkanlah ayahku, Jagalah ia ya ALLAH, aku masih ingin mendengar Nasihat, Amarah sayangnya. Arahan-arahannya tentang bagaimana hidup dijalanMU. Terima kasih Ya ALLAH telah memberi ayah sakit, engkau telah mengingat ayahku. Telah menggugurkan dosa-dosa ayahku”