Kesehatan

HP berbahaya jika di taruh di Saku

Posted on

Sabtu, 13 Desember 2008 | 12:11 WIB

JAKARTA, SABTU – Kebiasaan menempatkan telepon selular (ponsel) di saku celana ternyata dapat mempengaruhi kesuburan pada lelaki. Pasalnya, ponsel menghasilkan paparan medan elektrostatik dan elektromatik yang mengakibatkan ketidaksuburan (infertilitas) lelaki.

Hal tersebut disampaikan Prof.Dr.dr Wahyuning Ramelan SpAnd (Spesialis Andrologi) Brawijaya Women & Children Hospital, saat diskusi Mendambakan Punya Momongan, di Brawijaya Women & Children Hospital, Jakarta, Sabtu (13/12).

Saat ini, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa ponsel mengandung elektrostatik dan elektromagnetik. Menurut dr Ramelan, menaruh handphone di saku celana berpotensi lebih besar mengakibatkan infertilitas pada kaum lelaki karena berada lebih dekat dengan organ vital lelaki.

“Hindari taruh handphone di kantong celana. Lebih baik taruh di kantong baju atau pinggang. Di pinggang kan lebih jauh tempatnya. Dan kan lebih keren,” kata dr Ramelan.

Selain itu, dr Ramelan menyebut komputer juga merupakan salah satu media penghasil elektrostatik dan elektromagnetik. Karena itu, katanya, berada terlalu lama di depan komputer akan mengakibatkan infertilitas pada lelaki.

“Jangan dari pagi hingga sore di depan komputer. Minimal 2 jam kemudian istirahat 1 jam,” tutur dr Ramelan.

Upaya pencegahan infertilitas lelaki dapat dicegah dengan berbagai cara, antara lain dengan menjalani pola hidup sehat, makan-makanan yang bergizi baik, menambah antioksidan, vitamin C dan E, mengonsumsi suplemen, menghindari rokok, dan jangan sampai memperoleh Penyakit Menular Seksual (PMS).
(Kompas)

Iklan

HIV/AIDS. . .serem???

Posted on Updated on

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).(id.wikipedia.org)

Para ahli menyebutkan ada beberapa hal yang membuat kaum remaja mudah jatuh ke dalam perilaku seks bebas, antara lain pengaruh lingkungan pergaulan, pornografi, sulit membedakan antara cinta dan nafsu, naif karena berpikir berhubungan seks satu kali tidak apa-apa, dan lain sebagainya. Terhadap kondisi-kondisi demikian, sulit untuk menemukan suatu cara yang ampuh untuk mengatasinya selain adanya usaha-usaha pembentukan karakter dalam diri remaja.
Pendidikan seks yang berdasarkan pembentukan karakter bukanlah mengajarkan bagaimana melakukan seks yang aman, termasuk penggunaan alat-alat kontrasepsi seperti kondom, melainkan suatu program yang mendidik bagaimana seorang remaja memiliki karakter yang kuat seperti sikap bertanggung jawab, berani mempertahankan prinsip, rasa hormat terhadap diri orang lain, dan kemampuan pengendalian diri untuk tidak berperilaku negatif, dan sebagainya. Karakter-karakter yang demikian membuat seorang remaja mampu untuk mempertahankan prinsip “tidak melakukan hubungan seks bebas” (abstinence).
Menghadapi perkembangan yang mengkhawatirkan ini, dunia pendidikan, pemerintah, dan organisasi kesehatan sibuk menebarkan pesan “pengurangan risiko,” terutama tertuju pada kaum remaja.
Penanggulangan difokuskan pada upaya mengurangi kemungkinan terjadinya kehamilan atau tertular penyakit menular seksual, lazimnya dengan menyebarluaskan penggunaan alat kontrasepsi atau metode/sarana pencegah penyakit, terutama kondom. Ironisnya, masalah perilaku seks bebas itu sendiri kurang mendapat perhatian serius.
“Say No to Free Sex” adalah keputusan terbaik dan paling sehat untuk para remaja. Kenyataannya, pesan serupa secara universal diajarkan dalam menanggulangi perilaku beresiko tinggi lainnya, termasuk merokok, mabuk-mabukan, narkoba dan kekerasan (Misal: “Say No to Drugs”). Pantang melakukan semua tindakan berisiko tinggi– termasuk aktivitas seksual–menjamin masa depan yang cerah dan memberi kesempatan pada anak muda untuk membina persahabatan, meraih impian dan cita-cita, serta menikmati kesehatan yang optimum.
Beberapa kelompok masyarakat tertentu mengabaikan atau menganggap remeh ide agar seseorang menahan diri dari aktivitas seks di luar nikah. Menurut mereka, hal ini tidaklah realistis. Mereka beranggapan bahwa aktivitas seksual di kalangan remaja mau tak mau pasti terjadi, jadi pendekatan yang paling masuk akal adalah menolong mereka meminimalkan konsekuensi dari tindakannya itu.
Lebih jauh, asumsi “mau tak mau pasti terjadi” tidak pernah menjadi semboyan panutan program-program yang dengan gigih berupaya menanggulangi kecanduan rokok, alkohol, dan narkoba di kalangan kaum muda.
Berdasarkan suatu survei yang pernah dilakukan tentang ketepatan dalam menggunakan kondom, hasilnya menunjukkan tingkatan yang rendah, terutama di kalangan remaja. Rupanya asumsi bahwa remaja lebih sanggup menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seks bebas “jauh lebih realistis” dibanding asumsi bahwa remaja akan menggunakan kondom dengan benar setiap kali mereka berhubungan seks.
Lebih dari itu, meski kondom secara konsisten digunakan, khasiatnya kurang terjamin, dan dalam banyak kasus, kondom hanya memberikan perlindungan minimal terhadap penyakit menular seksual yang berbahaya.
Banyak pakar kedokteran yang bahkan meragukan efektivitas kondom dalam mencegah HIV/AIDS. Alasannya, pori-pori lateks yang menjadi bahan pembuatan kondom adalah 0,0003 mm, sedangkan ukuran virus HIV/AIDS jauh lebih kecil, 0,000001 mm.
Jika pesan yang mempromosikan pantang seks bebas (abstinence) diharapkan bisa terlaksana dengan efektif, tidaklah cukup bila kita hanya mengkampanyekan slogan “Say No to Free Sex” atau sesekali menggelar acara penyuluhan dan ceramah kesehatan tentang penyakit menular seksual dan HIV/AIDS.
Pesan tersebut mesti dicanangkan secara komprehensif, multidimensi, dan berulang-ulang, lewat berbagai cara, selama beberapa tahun, baik di sekolah, di rumah, dan lingkungan sekitar.
Hasil yang baik tidak bisa diperoleh secara instan. Kombinasi dari peran pendidik, orangtua, pemerintah, maupun segala lapisan masyarakat diharapkan mampu menciptakan remaja yang berkarakter tangguh(www.sinarharapan.co.id)

Remaja putri lebih rentan terhadap HIV

Remaja putri mempunyai kemungkinan lebih besar tertular HIV/AIDS dibanding remaja putra karena beberapa faktor. Beberapa faktor yang menjadikan remaja putri lebih rentan tertular HIV/AIDS merupakan faktor-faktor kerentanan perempuan terhadap HIV/AIDS. Faktor yang dimaksud adalah kondisi biologis perempuan dan faktor sosial. Perempuan mempunyai struktur alat reproduksi lebih kompleks dan sensitif sehingga pemantauan kesehatannya lebih rumit dibanding laki-laki. Sementara, untuk faktor sosialnya lebih banyak disebabkan oleh adanya sistem patriarki dalam masyarakat. Dalam sistem patriarki, posisi sosial perempuan baik di ruang domestik maupun publik lebih lemah dibanding laki-laki. Dalam ruang domestik termasuk dalam pola hubungan seksual, perempuan belum mampu sepenuhnya untuk menentukan sendiri aktivitas seksualnya. Segala hal yang berkaitan dengan aktivitas seksual lebih banyak ditentukan oleh laki-laki. Termasuk dalam hal ini adalah penggunaan kondom dalam melakukan hubungan seksual. Padahal, penggunaan kondom dapat mencegah pebularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual.

Selain faktor tersebut, ada beberapa faktor yang memang membuat para remaja putri cenderung lebih mudah tertular HIV/AIDS. Pertama adalah kurangnya pengetahuan para remaja putri tentang penyakit HIV/AIDS akibat masih kurangnya sosialisasi informasi tentang hal ini. Kondisi ini menyebabkan remaja putri tidak mengetahui bagaimana penyakit HIV/AIDS dapat menular, media apa saja yang dapat menularkan HIV/AIDS, bagaimana mencegah penularan HIV/AIDS, dan lain sebagainya.

Kedua , seks dan maskulinitas pada kaum muda laki-laki secara umum menempatkan perempuan sebagai obyek seks. Pandangan ini selanjutnya membuat banyak kaum muda laki-laki cenderung memaksakan keinginannya untuk membuktikan kejantanannya di dalam seks tanpa memperhatikan resiko yang akan dialami oleh remaja putri. Sebaliknya, para remaja putri mempunyai kendali yang sangat minim dalam menggunakan hak-haknya untuk menolak hubungan seks yang tidak diinginkan atau tidak aman.

Ketiga , adalah faktor ekonomi. Semakin pesatnya arus globalisasi yang membawa nilai-nilai budaya popular telah memberikan pengaruh terhadap para remaja putri untuk berperilaku konsumtif. Budaya popular telah menanamkan nilai-nilai yang dilabelkan pada para remaja putri untuk berpenampilan cantik, menarik, dan mewah. Label ini kemudian menjadi ukuran dan target para remaja putri. Akibatnya, para remaja putri yang sudah terjebak dalam nilai-nilai tanpa diiringi dengan kemampuan ekonomi akan terperosok dalam dunia seks komersil. Padahal, dunia tersebut sangat rentan dengan penularan HIV/AIDS.

Keempat , gaya hidup penggunaan narkoba terutama jarum suntik. Pada tahun 2000an, kontribusi terbesar penularan HIV/AIDS adalah dari IDU atau penggunaan jarum suntik secara berganti-gantian. Pengguna terbesar IDU adalah kelompok kaum muda laki-laki. Namun, jumlah tersebut kemudian menyebabkan jumlah remaja putri yang tertular HIV/AIDS semakin meningkat. Peningkatan jumlah remaja putri dalam hal ini terjadi karena beberapa hal, yaitu:

  1. Remaja putri ikut serta dalam pemakaian narkoba dengan jarum suntik yang berganti-gantian.
  2. Remaja putri melakukan hubungan seksual bebas dengan pengguna jarum suntik yang sudah terinfeksi HIV/AIDS.
  3. Remaja putri menikah dengan mantan atau pengguna jarum suntik yang sudah terkena HIV/AIDS. Dewasa ini, banyak kasus semacam ini dialami oleh remaja putri yang menikah tanpa mengetahui riwayat hidup atau riwayat aktivitas seksual suaminya.(www.ippnu-pusat.org)

Perawatan Rambut

Posted on

Rambut yang indah dan yang sehat adalah idaman para wanita inilah bahan bahan yang dapat digunakan untuk mendapatkannya:

LIDAH BUAYA

Tumbuhan berdaun tebal ini sudah lama digunakan untuk mengatasi masalah kesuburan rambut. Gel daun lidah buaya yang dipijatkan pada kulit kepala dipercaya menjadikan rambut tumbuh subur, lebat dan berakar kuat

pemakaian:ambil bagian dalam daun lidah buaya, gosokkan pada kulit kepala. Setelah itu, bungkus rambut dengan handuk bersih, diamkan beberapa jam , kemudian bilas sampai bersih. Lakukan seminggu sekali.

SELEDRI
Rambut berminyak dan mengembang? gampang gunakan saja seledri yang kaya akan zat besi, fosfor, serta vitamin A, C dan E. Seledri tidak dianjurkan bagi berambut normal karena cenderung kering.

pemakaian: Rebus daun seledri dengan air secukupnya. Biarkan air rebusan hingga dingin. Gunakan air rebusan ini untuk membilas rambut setelah keramas.

SANTAN KELAPA
berkhasiat menjaga kelembaban sekaligus menghitamkan dan menyuburkan rambut.

Pemakaian: Siram rambut anda dengan santan kelapa kental, diamkan selama kurang lebih 30 menit sampai satu jam. Bilaslah rambut dengan air hangat hingga bersih dan tidak lengket.

BIJI ASAM JAWA
dapat digunakan untuk mengatasi rambut rontok

Pemakaian: Siram rambut anda dengan biji asam jawa, kemudian remas. Air remasan tersebut digunakan untuk memijat kuilit kepala anda sebelum keramas. Kemudian bilas dan cucilah rambut dengan shampoo seperti biasa

Vitamin A

Posted on

Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita.

Vitamin berdasarkan kelarutannya di dalam air :
– Vitamin yang larut di dalam air : Vitamin B dan Vitamin C
– Vitamin yang tidak larut di dalam air : Vitamin A, D, E, dan K atau disingkat Vitamin ADEK.

VITAMIN A.

Menurut dokter spesialis anak, dr. A.A Ngr. Prayoga, vitamin A juga berperan dalam epitil, misalnya pada epitil saluran pencernaan dan pernapasan serta kulit. Seperti vitamin lainnya, vitamin A dapat diperoleh dari berbagai sumber serta terdapat dalam dua macam bentuk, yakni retinol dan betacarotene. Retinol dapat dimanfaatkan langsung oleh tubuh karena umumnya sumber retinol diperoleh dari makanan hewani, seperti telur, hati, atau minyak ikan yang mudah dicerna dalam tubuh. Agar kebutuhan vitamin A balita tercukupi, tiap hari perlu mengonsumsi 10-15 gram daging

-Struktur vitamin

vitamina

Fungsi Vitamin A

Fungsi mata berkurang menjadi hemeralopia atau noctalmia yang oleh awam disebut buta senja atau buta ayam, tidak sanggup melihat pada cahaya remang-remang. Pada stadium lanjut maka mengoreng karena sel-selnya menjadi lunak yang disebut keratomalasia dan dapat menimbulkan kebutaan.

Fungsi vitamin A sebenarnya mencakup 3 fungsi yakni fungsi dalam proses melihat, dalam proses metabolisme, dan proses reproduksi. Gangguan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin A yang menonjol, khususnya di Indonesia adalah gangguan dalam proses melihat yang disebut xerophthalmia ini.

Berperan dalam pertumbuhan “bakal gigi”, penjaga kesehatan dan fungsi mata, membantu sintesa protein dan membantu pembentukan hormon steroid sebagai pengatur fungsi reproduksi.

Fungsi dalam tubuhSangat berperan dalam menjaga bola mata untuk tetap membantu proses penglihatan, sangat dibutuhkan oleh anak kecil saat pertumbuhan karena juga membantu proses pertumbuhan tulang dan gigi serta membantu dan menjaga kulit dan selaput lendir tidak mudah kering. Dampak kekurangan Mata dan semua selaput lendir mudah mengering serta kulit terlihat menjadi lebih kasar permukaannya, kulit ari mudah mengelupas, terjadi rabun malam jika sangat kekurangan, pertumbuhan tulang dan gigi terganggu, gigi mudah rusak atau membusuk.MakananTelur, hati, susu, sayuran hijau dan margarineKebutuhanVitamin ini tidak mudah larut dalam air tetapi larut dalam lemak sehingga vitamin ini dapat disimpan dalam tubuh misal dibawah permukaan kulit ataupun dalam bola mata. Sedang kebutuhan yang dianjurkan adalah 5.000 IU

Vitamin A juga berfungsi menjaga integritas atau keutuhan sel darah merah. Karena itu, kekurangan vitamin A juga memicu timbulnya penyakit anemia. “Jika kekurangan vitamin A, sel darah tak mampu bertahan lama sehingga umurnya menjadi pendek dan mudah pecah. Karena kondisi ini, tubuh menjadi kekurangan zat besi atau darah merah. Selain itu, vitamin A juga berpengaruh terhadap sumsum tulang belakang yang berfungsi sebagai tempat memroduksi sel darah merah. Jika vitamin A kurang, maka sumsum tulang belakang tak mampu memroduksi sel darah merah, sehingga terjadilah anemia,

-Sumber

Dalam makanan

Kandungan vitamin A sebenarnya banyak terdapat dalam bahan makanan kita. Bahan makanan yang mengandung vitamin A dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Bahan Makanan

SI/100gram

Bahan Makanan

SI/100gram

Bahan makanan nabati :

Bahan makanan hewani :

Jagung muda, kuning, biji

117

Ayam

810

Jagung kuning panen baru, biji

440

Hati sapi

43900

Jagung kuning panen lama, biji

510

Ginjal sapi

1150

Ubi rambat, merah

7700

Telur itik

1230

Lamtoro, biji muda

423

Ikan segar

150

Kacang ijo kering

157

Daging sapi kurus

20

Wortel

12000

Buah :

Bayam

6000

Apokat

180

Daun melinjo

10000

Belimbing

170

Daun singkong

11000

Mangga masak pohon

6350

Genjer

3800

Apel

90

Kangkung

63000

Jambu biji

25

Tabel Daftar Bahan Makanan Sumber Vitamin A/Karoten

Ada perbendaan bentuk antara vitamin A yang terkandung dalam bahan makanan hewani dan nabati. Bahan makanan hewani mengandung vitamin A dalam bentuk yang mempunyai aktivitas yang disebut preformed vitamin A. sedangkan dalam bahan makanan nabati mengandung vitamin A dalam bentuk pro-vitamin A atau prekursor vitamin A yang terdiri dari ikatan karoten. Sumber vitamin A preformed yang dipekatkan biasa digunakan sebagai obat suplemen vitamin A.

-Kekurangan Vitamin A

Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan konsekuensi yang serius. Hal ini biasanya disertai kekurangan protein dan mineral seng. Vitamin A dapat disimpan didalam tubuh selama setahun. Hal ini berarti bahwa gejala kekurangan tidak tampak segera setelah berhentinya konsumsi dari vitamin ini. Bagaimanapun, jika hal ini tampak setelah waktu yang lama dari saat tidak ada konsumsi, gejalanya mungkin sangat jelas dan berat.

Satu dari gejala pertama adalah kebutaan di malam hari. Jika kekurangan berlanjut, hal ini juga dapat berperan dalam penurunan fungsi kornea dan menyebabkan kebutaan. Kekurangan vitamin ini juga dapat mencegah pertumbuhan tulang, atau menyebabkan perubahan bentuk tulang, membentuk celah dan kerusakan pada gigi dan terhentinya pertumbuhan sel-sel pembentuk gigi. Anemia merupakan akibat yang lain. Sebagai tambahan, defisiensi ini mempengaruhi sistem tulang dan syaraf, dan dapat mengakibatkan kelumpuhan.

Keracunan

Keracunan vitamin A terjadi pada saat protein yang mengikatnya telah terpenuhi sehingga vitamin A yang bebas dapat menyerang sel-sel tubuh. Hal ini biasanya tidak terjadi jika vitamin berasal dari makanan sehari-hari, tetapi hal ini dapat terjadi jika seseorang menggunakan suplemen. Gejala-gejalanya adalah mual, muntah, nyeri pada perut, diare dan kehilangan berat badan. Sistem syaraf dan otot juga bisa dipengaruhi, menyebabkan gejala seperti kehilangan nafsu makan, sifat mudah marah, lelah, susah tidur, gelisah, sakit kepala dan lemah otot.

Penyakit akibat kekurangan Vitamin A

1.Xerophthalmia (Defisiensi Vitamin A)

Penyakit ini disebabkan karena kekurangan konsumsi vitamin A didalam tubuh. Gejala-gejala penyakit ini adalah kekeringan epitel biji mata dan kornea karena glandula lakrimalis menurun. Terlihat selaput bola mata keriput dan kusam bila biji mata bergerak.

Oleh sebab itu penanggulangan defisiensi kekurangan vitamin A yang penting disini ditujukan kepada pencegahan kebutaan pada anak balita. Program penanggulangan xerophthalmia ditujukan pada anak balita dengan pemberian vitamin A secara cuma-cuma melalui puskesmas dan / atau posyandu. Disamping itu program pencegahan dapat dilakukan melalui penyuluhan gizi masyarakat tentang makanan-makanan sebagai sumber vitamin.

Sumber:

(biologie.alpha-district.de)

(www.food-info.net)

(lik/cybertokoh.com)

(whandi.net)

(www.vivo.colostate.edu)